Kami menyambut baik restorasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan yang merupakan situs warisan dunia UNESCO, serta penetapan tahun 2026-2027 sebagai Tahun Tagore-Dewantara bagi diplomasi budaya dan pendidikan Indonesia-India
Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati kerja sama restorasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan serta menetapkan periode 2026–2027 sebagai Tahun Tagore-Dewantara untuk memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan India.
"Kami menyambut baik restorasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan yang merupakan situs warisan dunia UNESCO, serta penetapan tahun 2026-2027 sebagai Tahun Tagore-Dewantara bagi diplomasi budaya dan pendidikan Indonesia-India," kata Prabowo dalam pernyataan bersama dengan PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.
Prabowo mengatakan kerja sama restorasi Kompleks Candi Prambanan mencerminkan eratnya ikatan peradaban dan kebudayaan yang telah lama terjalin antara Indonesia dan India. Menurutnya, komitmen tersebut juga telah ditegaskan dalam pernyataan bersama kedua pemimpin pada 2025.
Program restorasi Kompleks Candi Prambanan akan dilaksanakan melalui kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Archaeological Survey of India (ASI).
Dalam rangkaian kunjungan kenegaraannya di Indonesia, PM Modi dijadwalkan mengunjungi Kompleks Candi Prambanan pada Rabu (8/7).
Selain itu, kedua negara menetapkan periode 2026–2027 sebagai Tahun Tagore-Dewantara untuk memperkuat kerja sama di bidang budaya dan pendidikan.
Penetapan tersebut dilakukan untuk memperingati pertemuan tokoh pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara dengan sastrawan dan filsuf India Rabindranath Tagore di Yogyakarta pada 1927.
"Berbagai inisiatif tersebut mencerminkan ikatan peradaban yang telah lama terjalin antara Indonesia dan India. Sekaligus kita bertekad untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, riset dan teknologi, kebudayaan, dan people-to-people contact," ujar Prabowo.
Prabowo dan Modi juga menyatakan dukungan terhadap pendirian kampus Indian Institute of Management (IIM) di Indonesia serta menjajaki peluang menghadirkan Indian Institute of Technology (IIT).
Selain itu, kedua pemimpin sepakat meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan di India sebagai upaya memperluas pertukaran ilmu pengetahuan antara kedua negara.
"Kami yakin kesempatan tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara," kata Prabowo.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026